Mojokerto, – Komando Resor Militer 082/CPYJ menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Lingkungan Hidup bertempat di Aula Makorem 082/CPYJ, Jalan Veteran No. 3, Kota Mojokerto, pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat mitigasi bencana di wilayah teritorial melalui optimalisasi fungsi Pembinaan Teritorial (Binter).
Acara yang dibuka langsung oleh Danrem 082/CPYJ ini mengusung tema yang sangat krusial, yaitu: "Optimalkan Peran Binter TNI AD dalam Mitigasi Bencana melalui Kegiatan Pembinaan Lingkungan Hidup di Wilayah."
Dalam sambutan tertuis Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara S.Hub.Int., M.Hub.Int., yang dibcakan oleh Kasi Ren Rem 082/CPYJ Letkol Cba (K) Dra Yani Darlis menegaskan bahwa tantangan alam dan perubahan iklim global saat ini menuntut kesiapsiagaan yang lebih ekstra. TNI AD, khususnya Korem 082/CPYJ beserta jajaran Kodim di bawahnya, memiliki tanggung jawab moral dan komando untuk menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian alam demi keselamatan masyarakat.
"Binter bukan hanya soal komunikasi sosial, tetapi bagaimana kita hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat. Melalui program Pembinaan Lingkungan Hidup ini, kita bergerak bersama instansi terkait dan elemen masyarakat untuk melakukan langkah preventif (pencegahan) sebelum bencana itu terjadi, " ujar Danrem dalam sambutannya.

Sosialisasi ini dihadiri oleh para Kasi Kasrem 082/CPYJ, para Perwira Seksi Teritorial (Pasiter), Perwakilan Babinsa, Perwakilan LSM jajaran Korem 082/CPYJ, Perwakilan Karang Taruna jajaran Korem 082/CPYJ, Perwakilan Pecinta Alam jajaran Korem 082/CPYJ, dan Perwakilan Ormas jajaran Korem 082/CPYJ.
Beberapa poin penting dan strategi utama yang dibahas dalam sosialisasi ini meliputi: Pengolahan dan penataan lingkungan hidup yang disampaikan oleh Pasi Bhakti TNI Siter Korem Mayor Inf Bambang Riyanto dan Penanggulangan Bencana Alam oleh oleh Pasi Wanwil Siter Korem Mayor Arh G.N Putu Ardana.
Melalui kegiatan ini, Korem 082/CPYJ berharap sinergitas antara TNI, Pemerintah Daerah, dan segenap komponen bangsa dapat terjalin semakin solid. Dengan lingkungan yang terjaga, potensi bencana dapat diminimalisir, sehingga tercipta ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh demi keselamatan bersama.(Pen)

Achmad Sarjono